Analisis Determinan Pemanfaatan Teknologi Informasi

Only available on StudyMode
  • Pages : 7 (1524 words )
  • Download(s) : 4287
  • Published : October 15, 2007
Open Document
Text Preview
I.LATAR BELAKANG
Latar belakang penelitian ini adalah semakin meluasnya penggunaan teknologi informasi dalam berbagai organisasi terutama organisasi bisnis. Beberapa penelitian sebelumnya membuktikan bahwa implementasi teknologi informasi meningkatkan kinerja dan efisiensi organisasi. Penelitian ini akan menguji kembali hubungan antara pemanfaatan teknologi informasi dengan kinerja individual dengan mengadopsi TAM (Technology Acceptance Model) yang menyatakan bahwa pemanfaatan teknologi informasi dapat mempengaruhi kinerja (organisasi) terhadap kinerja karyawan bank di kota Makassar. Pengujian dengan menggunakan enam faktor determinan pemanfaatan teknologi informasi Fung Jin (2003) yaitu faktor sosial (social norm), afeksi (affect), kompleksitas (complexity), kesesuaian tugas (job fit), konsekuensi jangka panjang (long-term consequences), dan kondisi yang memfasilitasi, berdasarkan model konseptual yang telah dikembangkan dan diuji sebelumnya oleh Thompson et al. (1991).

II.TUJUAN PENELITIAN
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh determinan-determinan pemanfaatan teknologi informasi seperti faktor sosial (social norm), afeksi (affect), kompleksitas (complexity), kesesuaian tugas (job fit), konsekuensi jangka panjang (long-term consequences), dan kondisi yang memfasilitasi terhadap kinerja karyawan bank di Makassar.

III.DASAR TEORI
Beberapa teori yang melandasi penulisan ini diantaranya :
1.TAM (technology acceptance model) adalah salah satu model perilaku pemanfaatan teknologi informasi dalam literatur sistem informasi manajemen (Dishaw dan Strong, 1999). Model ini menyediakan dasar teori untuk menelusuri faktor yang menjelaskan pemakaian software dan menghubungkannya dengan kinerja pemakai. TAM berfokus pada sikap terhadap pemakaian teknologi informasi oleh pemakai dengan mengembangkannya berdasarkan persepsi manfaat dan kemudahan dalam pemakaian teknologi informasi. TAM merupakan satu di antara banyak model penelitian yang berpengaruh dalam studi determinan akseptasi teknologi informasi. TAM banyak digunakan untuk memprediksi tingkat akseptasi pemakai (user acceptance) dan pemakaian yang berdasarkan persepsi terhadap kemudahan penggunaan manfaat teknologi informasi. Implikasi akseptasi dapat dipelajari dengan menguji hubungan antara akseptasi teknologi informasi dan dampaknya kepada pemakai individual. 2.Investasi organisasi dalam teknologi informasi seringkali jumlahnya besar dan beresiko. Untuk membuat keputusan yang lebih informatif, maka pengembang sistem perlu memiliki pengalaman yang lebih baik mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi pemanfaatan teknologi informasi tersebut (Jurnali, 2001). 3.Faktor-faktor yang dijadikan sebagai ukuran kepuasan pengguna sistem informasi berdasarkan dimensi-dimensi yang diungkapkan oleh Kettinger dan Lee (1994: 741), yaitu: sikap terhadap para departemen sistem informasi; tingkat pengetahuan dan keterlibatan pengguna; dan kualitas produk informasi. 4.Igbaria et al. (2000) melakukan penelitian terhadap motivasi penggunaan mikrokomputer oleh pegawai bank dengan memasukkan faktor-faktor persepsi manfaat, persepsi kesenangan, tekanan sosial, dan persepsi kemudahan dalam penggunaan mikrokomputer. 5.Penelitian oleh Jurnali (2001) memasukkan kesesuaian tugas-teknologi (job fit) sebagai faktor yang mempengaruhi pemanfaatan teknologi informasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang positif dan signifikan antara faktor kecocokan tugas-teknologi terhadap pemanfaatan teknologi maupun dengan kinerja, namun antara pemanfaatan teknologi dengan kinerja tidak memiliki pengaruh yang positif. 6.Penelitian oleh Fung Jin (2003) untuk memprediksi dampak kinerja yang ditimbulkan oleh pemanfaatan teknologi informasi pada akuntan publik dengan memasukkan enam faktor yang mempengaruhi pemanfaatan teknologi informasi yaitu faktor sosial (social norm), afeksi (affect), kompleksitas (complexity), kesesuaian tugas (job fit), konsekuensi jangka panjang...
tracking img